Wall Street Ditutup Menguat Imbas Turunnya Data Inflasi AS

Anggie Ariesta
Lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) atau dikenal dengan sebutan Wall Street. (Foto: Reuters)

Perdagangan mixed mengikuti data IHK yang menunjukkan harga sewa tetap tinggi, sementara pasar tenaga kerja tetap ketat, dan inflasi masih jauh di atas target The Fed.

Sebuah laporan terpisah pada Kamis (12/1/2023) menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun minggu lalu. Tetapi beberapa ahli strategi mengatakan perlambatan inflasi AS dapat membuka jalan bagi The Fed untuk dapat menurunkan harga konsumen tanpa merusak pertumbuhan.

Pelaku pasar memprediksi tentang kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Fed pada Februari melonjak hingga 91 persen setelah data, dari 77 persen sebelumnya.

Saham Microsoft (MSFT.O) naik 1,2 persen, memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq, sementara saham energi juga lebih tinggi seiring dengan harga minyak. Energi (.SPNY) naik 1,9 persen dan merupakan kinerja terbaik hari ini di antara sektor-sektor.

Saham Tesla Inc (TSLA.O) berakhir mendekati flat setelah Bloomberg, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan pembuat mobil tersebut telah menunda rencana untuk memperluas pabriknya di Shanghai.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Megapolitan
6 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Harga Telur Ayam di Bandung Melonjak Jelang Lebaran

Nasional
12 hari lalu

Purbaya Ungkap Belum Ada Rencana Naikkan Harga BBM Subsidi usai Minyak Dunia Melonjak

Nasional
20 hari lalu

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
20 hari lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal