Wall Street Berakhir Turun Tajam Imbas Kekhawatiran Pembatasan Covid-19 di China

Anggie Ariesta
Bursa Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Senin (28/11/2022). (Foto: Reuters)

Saham cryptocurrency dan perusahaan terkait blockchain Coinbase Global Inc (COIN.O), Riot Blockchain Inc (RIOT.O) dan Marathon Digital Holdings Inc (MARA.O) masing-masing turun sekitar 4 persen setelah pengajuan kebangkrutan pemberi pinjaman BlockFi, korban terbaru sejak Runtuhnya FTX awal bulan ini.

Minggu ini, investor akan terus mencermati data kepercayaan konsumen AS bulan November, yang akan dirilis pada Selasa (29/11/2022). Selain itu, perkiraan pemerintah untuk produk domestik bruto kuartal III 2022 yang akan diumumkan Rabu (30/11/2022). 

Saham yang turun melebihi jumlah saham yang naik dalam S&P 500 (.AD.SPX) dengan rasio 12,2 banding satu. Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 9,3 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal