Rupiah Melesat 1,05 dalam Sepekan, Kembali di Bawah Rp16.600 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar Rupiah menguat 1,05 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

"Pasar lebih fokus pada data ketenagakerjaan swasta minggu ini, terutama karena data penggajian non-pertanian pemerintah September tertunda akibat penutupan pemerintah,” tuturnya.

Kelemahan pada data ketenagakerjaan AS tersebut membuat investor fokus pada peluang pemangkasan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS) pada Oktober. 

Menurut CME Fedwatch, peluang pemangkasan lagi sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober mencapai 99,3 persen, setelah The Fed sebelumnya memangkas 25 basis poin pada September.

Di sisi global, Dollar Index (DXY) tercatat melemah ke level 97,85, sementara yield US Treasury Note 10 tahun turun ke 4,083 persen.

Ibrahim memprediksi, dengan mempertimbangkan sentimen internal dan eksternal yang positif, Rupiah kembali berpotensi menguat pada pekan berikutnya.

“Untuk perdagangan Senin depan, rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran Rp16.520-Rp16.560 per dolar AS,” ucap Ibrahim.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.598 per Dolar AS

57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal