Rupiah Melesat 1,05 dalam Sepekan, Kembali di Bawah Rp16.600 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar Rupiah menguat 1,05 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai bahwa penguatan Rupiah didorong oleh faktor internal, yakni inflasi Indonesia yang terjaga dalam kisaran sasaran BI 2,5 ± 1 persen.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 mencatat inflasi 0,21 persen month to month (mtm), sehingga secara tahunan inflasi tercatat 2,65 persen year on year (yoy)," ucap Ibrahim.

BI menilai, inflasi inti September 2025 tercatat 0,18 persen (mtm), dipicu kenaikan harga emas perhiasan serta biaya kuliah. Namun, BI optimistis inflasi akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran pada 2025 dan 2026.

Selain itu, persepsi risiko terhadap Indonesia membaik, tercermin dari Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang turun ke 78,87 basis poin (bps) pada 2 Oktober 2025, dibandingkan 83,04 bps pada akhir September 2025.

Ibrahim menyebut, pergerakan Rupiah juga dipengaruhi sentimen eksternal. Pasar global sebagian besar mengabaikan kekhawatiran dampak langsung penutupan pemerintah AS, dan lebih berfokus pada data ketenagakerjaan swasta yang menunjukkan kelemahan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.598 per Dolar AS

57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal