OJK Tak Khawatir soal Tingkat Kredit Bermasalah saat Pilkada

Ade Miranti Karunia Sari
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (Foto: iNews.id/Ade)

"Mereka sudah menerapkan sistem rate management dan juga satu analisis yang bagus," ujar Wimboh.

Dia pun menilai, pengalaman perbankan dalam menghadapi kejadian-kejadian di tahun politik bukan kali pertama. Meski banyak calon kepala daerah yang mengajukan pinjaman, bank tidak bisa begitu saja meloloskannya.

"Dan ini sudah berkali-kali, tidak hanya sekarang saja," katanya.

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menilai, perbankan di daerah rentan dimanfaatkan calon kepala daerah saat pemilihan kepala daerah serentak 2018. Kekhawatiran PPATK tersebut terkait tingkat kredit bermasalah yang semakin bertambah.

Penilaian PPATK tersebut berdasarkan kajian yang dilakukannya jelang Pilkada Serentak 2018 pada 32 bank daerah di Indonesia. Apalagi, tahun ini ada 171 daerah melangsungkan Pilkada. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) perbankan menunjukkan peningkatan.

Pada Oktober 2017, NPL (gross) tercatat sebesar 2,96 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan rasio NPL (gross) pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,93 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 

57 tahun lalu

OJK Ungkap Insentif dari Kemenkeu untuk Emiten dengan Free Float 40 Persen

57 tahun lalu

OJK Catat 71 Perusahaan Antre IPO, Potensi Dana Terhimpun Capai Rp49,84 Triliun

57 tahun lalu

MNC Forum ke-82, Hary Tanoesoedibjo Paparkan Pentingnya Pasar Modal untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal