Kereta ini melintasi empat provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta melewati 9 kota dan 10 kabupaten. Dalam perjalanannya, KA Blambangan Ekspres berhenti di 29 stasiun, melalui 146 stasiun aktif, dan melintasi 11 titik percabangan utama. Penumpang disuguhi panorama beragam mulai dari hiruk pikuk kota Jakarta dan Cirebon hingga keindahan alam pedesaan serta pesisir timur di kawasan Probolinggo dan Banyuwangi.
Setiap rangkaian KA Blambangan Ekspres memiliki kapasitas 394 penumpang, terdiri dari 5 kereta eksekutif stainless steel dan 2 kereta ekonomi New Generation. Kelas eksekutifnya dilengkapi kursi revolving 360 derajat, meja makan, dan sandaran kaki ergonomis. Sementara kelas ekonomi tampil modern dengan captain seat yang bisa diatur dan tidak lagi saling berhadapan, menawarkan kenyamanan setara kelas premium.
KA Blambangan Ekspres pertama kali dioperasikan pada 2 Desember 2022 dengan rute Ketapang – Semarang Tawang, sebelum akhirnya diperpanjang hingga Pasar Senen, Jakarta, pada 26 Juli 2024. Kini, layanan ini melintasi lima daerah operasi (Daop), yaitu Daop 9 Jember, Daop 8 Surabaya, Daop 4 Semarang, Daop 3 Cirebon, dan Daop 1 Jakarta.
“Perjalanan sejauh 1.031 kilometer dari ujung timur ke barat Pulau Jawa ini adalah bentuk komitmen KAI menghadirkan layanan terintegrasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat,” tutup Agus.
Selain menjadi sarana transportasi antarkota, KA Blambangan Ekspres juga berperan penting sebagai jalur wisata unggulan yang menghidupkan potensi pariwisata lokal. Destinasi populer seperti Banyuwangi, Probolinggo, Semarang, dan Cirebon mencatat peningkatan jumlah wisatawan berkat akses transportasi yang semakin mudah. Hal ini turut mendorong pertumbuhan UMKM, kuliner khas daerah, dan industri penginapan di sekitar stasiun-stasiun pemberhentian.
Dengan terjalinnya konektivitas dari Jakarta hingga Banyuwangi melalui KA Blambangan Ekspres, KAI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak mobilitas nasional, pendorong pariwisata, dan pelaku aktif dalam mendukung ekonomi hijau di Indonesia.