Sebelum memutuskan berinvestasi, yang paling utama perlu dilakukan adalah menentukan tujuan investasi, sehingga seorang investor tahu apa kebutuhannya dan produk investasi apa yang sesuai dengan tujuan investasi. Selain jangka waktu investasi yang dipengaruhi tujuan, hasil investasi juga akan jadi pertimbangan dalam menetapkan produk investasi yang sesuai.
"Contoh, kebutuhan pensiun adalah kebutuhan jangka panjang. Jika investor saat ini usianya 35 tahun dan dia menginginkan memiliki sejumlah dana untuk dinikmati pada usia 55 tahun, artinya tujuan investasi untuk 20 tahun ke depan. Dalam jangka panjang, saham memberikan potensi return yang paling tinggi," tuturnya.
Selama rentang 10 tahun terakhir, pertumbuhan IHSG tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 22,3 persen (return saham berdasarkan kenaikan indeks saham tertinggi dalam rentang waktu 2011-2021 berdasarkan data statistik di website IDX). Fluktuasi yang terjadi, selama belum mencapai target selama 20 tahun bisa diabaikan.
Selama investor disiplin pada rencana investasi, maka hasinya akan optimal. Setelah berinvestasi dengan memilih sejumlah saham sebagai bentuk diversifikasi, lakukan secara berkala rebalancing portofolio, biasanya enam bulan atau setahun sekali.
Jika saham yang diinvestasikan sudah memberikan return yang tinggi, yang membuat nilai aset investasi pada instrumen saham meningkat di atas rata-rata return tetinggi, investor bisa merealisasikan keuntungannya dan menginvestasikan kembali agar portofolio investai terus seimbang.