Dolar AS Makin Perkasa di Tengah Krisis yang Melanda Turki

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Mayoritas mata uang telah jatuh sekitar 45 persen terhadap greenback tahun ini di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kendali Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan perseteruan yang makin memanas dengan AS.

Peso Meksiko, peso Argentina dan Rand Afrika Selatan juga melemah terhadap dolar AS pada hari Senin karena krisis lira mengguncang beberapa mata uang negara berkembang lainnya. Yamamoto mengatakan, lira Turki mungkin tetap tidak stabil, sementara euro akan stabil selama sepekan.

"Tampaknya perlambatan semacam ini adalah semacam hal yang diperlukan bagi ekonomi Turki untuk mengurangi defisit akun berjalan dan inflasi yang sangat tinggi," katanya.

Yen menguat sekitar 0,3 persen terhadap dolar menjadi 110,61 yen, karena investor terus membeli aset safe haven ini. Mata uang Jepang memangkas beberapa keuntungan setelah sempat naik ke level tertinggi satu bulan dari 110,32 yen per dolar AS.

Dolar Australia di awal sesi turun 0,2 persen ke  0,72765 dolar AS, dekat dengan level terendah 18 bulan ke 0,72505 dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Peringatkan Transaksi di Pelabuhan Harus Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!

57 tahun lalu

Bertemu Gubernur BI dan Menkeu, Dasco: Evaluasi Perkembangan Ekonomi

57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Kita Kuat

57 tahun lalu

Purbaya soal Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS: Masih Dalam Perhitungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal