Hanya saja, perlu diingat bahwa investasi emas yang merupakan logam mulia ini lebih baik untuk investasi jangka panjang untuk keuntungan yang optimal.
Reksa dana pasar uang juga bisa menjadi pilihan Anda untuk berinvestasi dengan sifatnya yang tidak fluktuatif. Potensi imbal hasil reksa dana pasar uang juga lebih menarik dari deposito. Imbal hasil reksadana pasar uang juga tidak terkena pajak, karena bukan merupakan objek pajak, dibandingkan imbalan deposito yang harus dipotong pajak.
Investasi ini juga tergolong low-risk dan juga ramah investor pemula, dengan nilai investasi yang sangat terjangkau mulai dari Rp10.000. Bahkan, dari segi keamanan, reksa dana ini diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
SBN Ritel Tradable ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mencari investasi yang aman menghadapi ancaman resesi. Contohnya, Obligasi Negara Ritel seri ORI022 yang saat ini masih dalam masa penawaran.
Untuk keamanannya, investasi ORI022 dijamin langsung oleh negara. Soal keuntungan, ada imbal hasil 5,95 persen per tahun.
Bagi Anda yang merupakan investor dengan profil risiko moderat atau agresif, saham blue chips bisa menjadi opsi investasi untuk dipertimbangkan. Hal ini karena saham blue chips berasal dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan prima dan juga sudah beroperasi bertahun-tahun lamanya. Memang secara pergerakan, saham ini tidak terlalu tinggi, tetapi saham tipe ini selalu bergerak naik setiap tahunnya.
Itu tadi ulasan mengenai investasi yang aman menghadapi ancaman resesi. Namun, perlu diingat agar tidak bereaksi berlebih terhadap resesi jika itu terjadi. Semoga menjadi ilmu pengetahuan baru dalam berinvestasi.