Data Inflasi AS Mengkhawatirkan, Investor Mulai Tinggalkan Wall Street

Anggie Ariesta
Bursa Wall Street. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mengkhawatirkan telah membuat investor mulai meninggalkan Bursa Wall Street

Hal itu, telah memicu penurunan ganda pada pasar saham dan obligasi, karena investor memperkirakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan membuat kebijakan pengetatan paling agresif dalam beberapa dekade terakhir.

Reuters melaporkan, Bursa Wall Street sepekan menunjukkan penurunan signifikan pada pasar saham dan obligasi. Indeks acuan S&P 500 (SPX) turun hampir 3 persen, atau mencapai 18,2 persen sepanjang tahun ini. 

Imbal hasil pada benchmark Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak awal Mei. Patokan untuk suku bunga hipotek dan instrumen keuangan lainnya, meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kepala Strategi Pasar di LPL Financial, Ryan Detrick, mengatakan hasil data inflasi yang diumumkan pemerintah pada Jumat (10/6/2022), mengecewakan dan membuat khawatir investor. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, 437 Saham Melesat

57 tahun lalu

Global Bond Danantara Dibanjiri Peminat, Rosan: Kepercayaan Investor Tinggi

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Melesat 4,12 Persen, Tembus Level 6.254

57 tahun lalu

Ada Edukasi Investasi di PRJ 2026, Gen Z Jangan Cuma Kenal Saham dan Kripto 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal