Bursa Saham Asia Rontok Imbas Tarif Trump, Analis: Kerusakan Ekonomi akan Lebih Parah

Maria Christina Malau
Sebuah layar menunjukkan penurunan tajam harga saham rata-rata Nikkei di Distrik Chuo, Tokyo, Senin (7/4/2025). (Foto: AP)

Kerusakan Ekonomi Lebih Parah

Pembalasan China terhadap penerapan tarif terbaru AS berdampak lebih luas daripada tindakan balasan sebelumnya. Respons China memicu gejolak pasar yang meluas.

Kepala strategi pasar di bank investasi Lazard, Ronald Temple, pada Senin mengatakan, negara-negara lain akan membalas tarif Trump dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Dampak kenaikan tarif impor oleh AS diprediksi semakin parah.

"Sebagai akibat dari kenaikan tarif yang besar ini, saya memperkirakan kerusakan ekonomi akan lebih parah daripada yang terjadi dalam eskalasi bertahap," katanya.

Investor global semakin khawatir menjelang penerapan kenaikan tarif besar-besaran oleh Trump. Sementara Trump pada Minggu malam mengatakan kepada wartawan di Air Force One, dia tidak sengaja menghancurkan pasar. Namun, dia juga menolak untuk memprediksi kondisi saham ke depan, yang menambah kekhawatiran investor.

"Apa yang akan terjadi dengan pasar? Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Tetapi saya dapat memberi tahu Anda, negara kita telah menjadi jauh lebih kuat, dan akhirnya akan menjadi negara yang tidak seperti yang lain," kata Trump.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Ajukan 18 Komoditas RI untuk Bebas Tarif AS 

57 tahun lalu

Prabowo soal Tarif AS: Kita Pasti Cari yang Menguntungkan!

57 tahun lalu

Tarif Trump 10% Mulai Berlaku, Bakal Naik Jadi 15%

57 tahun lalu

Lawan Mahkamah Agung AS, Trump Ngotot Berlakukan Tarif Global Tanpa Restu Kongres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal