BI Bantah Gunakan Dana Haji untuk Perkuat Rupiah

Antara
Gubernur BI Perry Warjiyo membantah dana haji sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola BPKH digunakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membantah dana haji sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) digunakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. BI tidak memiliki kewenangan mengelola dana haji.

“Pemberitaannya tidak benar bahwa kemudian BPKH akan menggunakan dana haji, yang karena hajinya tidak jadi, untuk perkuat nilai tukar rupiah,” ujarnya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Menurut Perry, BPKH memiliki kewenangan internal dan mutlak dalam menempatkan dana haji yang menganggur, baik dalam bentuk rupiah atau valuta asing.

“Wajar kalau misalnya suku bunga valas rendah, rupiah menguat, ada pergeseran yang semula dananya di valas ke rupiah. Itu keputusan internal dan mutlak BPKH,” katanya.

Jika mekanisme dana masuk ke pasar seperti yang selama ini dilakukan perbankan, eksportir, importir, korporasi dan termasuk BPKH, maka ada komunikasi antara BI dengan pelaku pasar tersebut agar berjalan kondusif.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Buka Suara soal Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

57 tahun lalu

Update Harga Pangan 29 Mei 2026, Cabai hingga Minyak Goreng Kompak Naik

57 tahun lalu

Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dekati Rp18.000 per Dolar AS

57 tahun lalu

Makin Lesu! Rupiah Pagi Ini Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal