Bank Dunia Berikan Utang Rp2 Triliun kepada Indonesia untuk Proyek Geotermal

Rahmat Fiansyah
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chavez. (Foto: Ant)

Biaya pengeboran eksplorasi geotermal sebenarnya lebih kecil dibandingkan pengembangan tenaga panas bumi. Namun, risikonya sangat tinggi karena biayanya berpotensi tidak kembali kalau sumber daya energi yang ditemukan tidak layak secara ekonomi.

"Sebagai sumber energi yang bersih dan terbarukan, panas bumi bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada batu bara dan bahan bakar fosil lain," kata Sutijastoto.

Utang dari Bank Dunia ini akan masuk dalam skema proyek Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM). Utang ini memiliki jatuh tempo 10,5 tahun dengan grace period hingga 10 tahun.

Sepaket dengan utang, Bank Dunia juga memberikan hibah senilai 127,5 juta dolar AS dari Green Climate Fund dan Clean Technology Fund.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IHSG Diprediksi Lanjutkan Reli Pekan Depan, Ini Faktor Pendorongnya

57 tahun lalu

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi Indonesia

57 tahun lalu

Bank Dunia Sebut Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Tekanan Harga Energi Global

57 tahun lalu

Purbaya soal Bank Dunia Wanti-Wanti Defisit RI hingga 2027: Suka-Suka Dia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal