Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan

Komaruddin Bagja
Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan. Ilustrasi BI buka suara soal rencana redenominasi rupiah Rp1.000 jadi Rp1. (Foto: Freepik)

Darmadi juga menyoroti sisi inefisiensi anggaran negara. “Mesin ATM harus diganti, sistem bank di-upgrade, toko harus ganti label harga, negara cetak uang baru,  totalnya triliunan. Untuk apa? Buat potong nol tiga biji? Itu pemborosan!” sentilnya.

Menurutnya, dana sebesar itu akan lebih berguna jika dialokasikan untuk kebutuhan pangan, penguatan infrastruktur UMKM, atau menjaga stabilitas harga.

Ia turut mengingatkan bahwa pelaku pasar global dapat salah menafsirkan redenominasi sebagai sinyal negatif terkait kondisi ekonomi Indonesia.

“Investor asing bisa kira ekonomi kita lagi darurat. Ini bisa picu outflow. Rupiah justru makin tersungkur. Ini risiko yang sangat serius!” katanya.

Darmadi kembali menegaskan untuk menolak wacana redenominasi. “Saya tolak keras redenominasi! Semua masalah ekonomi kita bukan karena nol kebanyakan. Tapi karena produktivitas rendah, impor tinggi, dan banyak sektor belum efisien. Itu yang harus dibenahi!”

Ia meminta pemerintah segera menghentikan pembahasan tentang redenominasi dan beralih fokus pada persoalan utama yang memengaruhi ekonomi nasional.

“Jangan lempar isu yang bikin gaduh. Fokus perbaiki ekonomi real, bukan utak-atik angka di uang!” tutupnya.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,8 Miliar

57 tahun lalu

Mantan Atasan Taufik Hidayat Minta Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta ke Korban

57 tahun lalu

Terungkap! Uang Rp20 Juta yang Diterima Ketua BEM FH UBK untuk Geser Aksi Mahasiswa dari Istana

57 tahun lalu

Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp91 Miliar ke Sejumlah Pejabat Bea Cukai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal