“Rakyat butuh harga stabil, bukan gonta-ganti angka. Ini kebijakan elitis yang nggak nyentuh kebutuhan masyarakat,” desaknya.
“Risiko Harga Kacau! UMKM Bisa Mati Berdiri!”
Dengan nada tegas, Darmadi mengingatkan adanya potensi kekacauan harga jika pemotongan nol dilakukan mendadak.
“Di pasar itu beda sama teori. Harga bisa kacau balau! Dari Rp 12 ribu jadi 12 rupiah, nanti pedagang bisa bulatkan jadi 15. Siapa yang rugi? Rakyat kecil, UMKM, pedagang pasar!” ujarnya.
Ia menggarisbawahi bahwa kondisi psikologis pasar domestik sangat peka, sehingga perubahan nilai nominal bisa memicu:
kebingungan besar-besaran, kenaikan harga secara perlahan, munculnya inflasi terselubung,hingga membuka peluang manipulasi harga. “Percayalah, ini bisa jadi bencana harga. Jangan main-main!” kata Darmadi.