Aksi Demo Anti-Lockdown China Tekan Bursa Global

Anggie Ariesta
Aksi demo anti-lockdown di China memicu tekanan pada bursa global termasuk BEI. (Foto: dok iNews)

Pada perdagangan saham hari ini, Bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pergerakan bursa Asia sudah mereda untuk menghadapi kekhawatiran, apalagi sentimen global masih membayangi.

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi tahun lalu, China mengalami penurunan, hal tersebut yang membuat investor khawatir ketika ada pengetatan lockdown di sejumlah kota besar di China.

Praska melihat ada jalan tengah yakni vaksinasi massal khususnya untuk lansia. Hal itu karena adanya kontra dalam kegiatan saat ini yang dinilai pandemi sudah reda.

"Perlambatan ekonomi ini bisa kemana-mana khususnya harga komoditas atau energi ya seperti minyak mentah," kata Praska.

Dia mengungkapkan, rilis data The Fed nanti di bulan November akan terlihat hasil dampak dari kebijakan lockdown tersebut hingga sentimen suku bunga acuan meskipun inflasi sudah melambat di AS.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
6 jam lalu

BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan

Nasional
18 jam lalu

OJK Targetkan Seluruh Emiten Penuhi Aturan Free Float 15 Persen di 2029

Nasional
18 jam lalu

267 Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen, Terancam Suspensi hingga Didepak Bursa

Nasional
20 jam lalu

BEI Buka Suara soal Dugaan Manipulasi IPO Saham Multi Makmur Lemindo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal