99.000 Ton Gula Rafinasi Siap Disalurkan ke Pasar Mulai Besok

Muhammad Aulia
Gula pasir eceran. (Foto: iNews/Hana Purwani)

Agar lebih efisien, pemerintah mengarahkan para produsen rafinasi untuk menyalurkan komoditas yang mereka produksi melalui distributor yang terafiliasi dengan ritel modern. Hal ini bertujuan demi memudahkan pengendalian dan pengawasan harga hingga sampai ke masyarakat. Suhanto menambahkan pemerintah juga berupaya untuk memotong mata rantai distribusi. Langkah ini dilakukan agar penyaluran komoditas bisa lebih efisien.

“Tidak ada lagi jalur D1, D2, D3. Sekarang yang terjadi seperti itu sehingga harga ujungnya mahal. Kita potong mata rantai, langsung dari produsen ke satu packer, karena masih dalam bentuk curah 50 kilogram, di mana untuk ritel modern perlu dikemas 1 kilo - 1 kilo. Kita tunjuk packers-nya, dari mereka langsung menjual ke ritel modern,” tutur Suhanto.

Hal yang sama juga berlaku untuk para pedagang di pasar tradisional. Suhanto menyebutkan, pedagang tradisional dimungkinkan untuk mengambil dari para packer yang ditunjuk pemerintah.

“Kita harapkan harga di ujungnya tetap Rp12.500 per kilogram,” tutur Suhanto.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Health
8 hari lalu

Oatmilk Lebih Tinggi Kandungan Gula Dibanding Susu Sapi, Ini Penjelasan Menkes

Health
13 hari lalu

Tren Minuman Low Sugar Belum Tentu Sehat, Begini Penjelasan Menkes

Health
23 hari lalu

5 Manfaat Mengurangi Konsumsi Gula bagi Kesehatan, Cek Nutri-Level

Megapolitan
2 bulan lalu

Harga Cabai Rawit-Gula Melambung di Atas HET jelang Lebaran, Polda Metro Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal