Wall Street Ditutup Naik Tajam Setelah Inggris Membatalkan Kebijakan Pemotongan Pajak

Anggie Ariesta
Ilustrasi Bursa Wall Street. (Foto: Reuters)

Wall Street bersiap untuk pembukaan yang kuat setelah menteri keuangan baru Inggris, Jeremy Hunt, membatalkan pemotongan pajak yang diusulkan Perdana Menteri Liz Truss dan mengekang subsidi energi.

Hal itu, juga didorong hasil kuartal III 2022 Bank of America Corp (BAC.N) yang mengalahkan konsensus, setelah diuntungkan dari rentetan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

Sementara itu, Bursa Saham Eropa juga ditutup naik tajam karena pembalikan kebijakan keuangan Inggris. Pelaku pasar merespon positif kebijakan Jeremy Hunt karena menilai pemerintahan baru yang dibentuk Liz Truss telah menyebabkan banyak ketidakpastian.

"Pembalikan itu telah mengangkat beberapa awan, tetapi itu tidak mengangkat risiko politik," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

IHSG Sepekan Menguat 4,24 Persen, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp10.749 Triliun

2 hari lalu

Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan

3 hari lalu

Video Viral David Beckham Disoraki Suporter Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Netizen Gaduh!

3 hari lalu

Provokatif! Pemain Timnas Argentina Angkat Spanduk 'Perang Malvinas' usai Kalahkan Inggris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal