"Apabila kereta cepat Jakarta-Surabaya itu jadi, kan kalau ke Bandung itu kan kira kira 140 Km ditempuh sekitar 40 menit sampai Tegalluar, kalau Jakarta-Surabaya kira kira 900 km, ini 4 jam sudah sampai Surabaya," ucap Budi Karya.
Proyek tersebut ditargetkan dibangun menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), terutama untuk investor asing. Sebab, menurutnya proyek tersebut akan memerlukan banyak pembiayaan, sehingga bisa membebankan fiskal negara.
Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus diresmikan pada 24 Maret 2019 oleh Presiden Jokowi. Proyek MRT hingga kini terus dikembangkan. Saat ini sedang dibangun MRT dengan rute Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Kota. Progres hingga Juli mencapai 37,5 persen.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina menuturkan, terdapat tiga paket pengerjaan yang saat ini sedang digalakkan. Paket pertama yakni CP (contract package) 201 antara Bundaran HI ke Monas telah mencapai 78,5 persen. Sementara paket kedua CP 202 dari Harmoni ke Mangga Besar di angka 32,2 persen.
Untuk paket ketiga CP 203 antara Glodok ke Kota, progresnya telah mencapai 57,89 persen. Dikatakan Weni secara keseluruhan, progres pembangunan proyek MRT Fase 2 di angka 37,55 persen.