Kemudian, dia menjelaskan, alat bernama Taptilo tersebut sudah cukup sulit untuk diproses kembali karena mengharuskan sekolah membayar pajak yang telah dihitung sebelumnya.
Cuitan pemilik akun X @ijalzaid mendapatkan respons dari akun resmi X Bea Cukai Soekarno-Hatta, @beacukaisoetta. Dalam postingannya kepada netizen tersebut, pihaknya meminta nomor resi/AWP dan akan menindaklanjuti lebih lanjut.
"Terkait cuitan kakak tentang bantuan alat belajar tunanetra untuk SLB, mohon berkenan untuk menginformasikan nomor resi/AWB melalui DM agar dapat kami lakukan penelusuran lebih lanjut," kata akun Bea Cukai Soekarno Hatta.