Tren Investasi Properti Setelah Resesi, Rumah Jadi Primadona

Rina Anggraini
Rumah tapak banyak diminati dan menjadi investasi potensial setelah resesi. (Foto: dok iNews)

Dia mengungkapkan dibandingkan rumah tapak, apartemen masih belum terlalu diminati.  Hal ini dikarenakan milenial atu pembeli masih menyukai hunian rumah tapak. 

“Sebelum masa Covid-19, pasar apartemen sedang oversupply (kelebihan pasok). Kemudian datangnya Covid-19 semakin memperparah kekosongan apartemen. Sehingga masih memerlukan waktu 1-2 tahun untuk kembali memilki ospek,” tutur Panangian. 

Mengenai tren investasi properti di dunia metaverse, menurutnya belum menarik untuk pasar Indonesia. Namun dia mengingatkan investor properti untuk melakukan analisa sebelum membeli rumah di metaverse.

Dia meminta investor, harus mampu menganalisis apakah harga properti yang ingin dibeli di metaverse bisa mengalami kenaikan dan memberikan keuntungan sesuai harapan. 

Menurut dia, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi properti di metaverse, yaitu untuk pembelian dari pengembang (primary market), lebih didominasi  pembelian langsung ke lokasi oleh konsumen. 
"Tetapi pembelian dari pemilik perseorangan (secondary market), lebih banyak melalui broker,” ungkap Panangian.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hore! 10.000 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta bakal Direnovasi

57 tahun lalu

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, Ada iPhone hingga Rumah Mewah

57 tahun lalu

BTN Ungkap 95,3% Debitur KPR Didominasi Gen Z dan Milenial

57 tahun lalu

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim usai Penggeledahan Kasus Dugaan Pemerasan WNA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal