Tren Investasi Properti Setelah Resesi, Rumah Jadi Primadona

Rina Anggraini
Rumah tapak banyak diminati dan menjadi investasi potensial setelah resesi. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Tren investasi properti setelah resesi menarik untuk dicermati. Pasalnya, sebagai salah satu kebutuhan primer, properti tetap memiliki peminat meski kondisi resesi umumnya tidak stabil.

Resesi dapat terjadi di negara manapun dengan penyebab beragam. Selama dua tahun terakhir, dunia dilanda resesi akibat dampak pandemi Covid-19. 

Kini dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina, dunia juga terancam mengalami resesi yang dipicu oleh kenaikan komoditas energi dan ganguan rantai pasok pada perdagangan antarnegara. 

Namun di saat kondisi yang tidak menentu, terbuka peluang untuk investasi properti. Jika Anda cukup jeli, maka Anda bisa mengetahui tren investasi properti setelah resesi yang diminati masyarakat. 

Pengamat Properti sekaligus Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, mengungkapkan beberapa tren investasi properti setelah resesi yang dialmi oleh banyak negara termasuk Indonesia. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, Ada iPhone hingga Rumah Mewah

57 tahun lalu

BTN Ungkap 95,3% Debitur KPR Didominasi Gen Z dan Milenial

57 tahun lalu

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim usai Penggeledahan Kasus Dugaan Pemerasan WNA

57 tahun lalu

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Johar Baru Jakpus, 30 Rumah Hangus 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal