Transisi Energi di Asia Tenggara Butuh Dana Rp450.000 Triliun, untuk Apa Saja?

Atikah Umiyani
Menteri Energi dan Sumber Dara Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. (Foto: tangkapan layar)

Dia mengungkapkan, hasil proyeksi the International Renewable Energy Agency (IRENA) menyatakan bahwa dibutuhkan suntikan dana sebesar 29,4 triliun dolar AS hingga tahun 2050 untuk melaksanakan transisi energi ASEAN dalam skenario 1,5'C dengan skema 100 persen energi terbarukan.

Senada, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Yudo Dwinanda Priaadi juga membenarkan bahwa untuk melaksanakan transisi diperlukan pendanaan dan investasi dan hal ini menurutnya menjadi tantangan besar yang harus diatasi.

"Mendapatkan pendanaan dari negara-negara maju seperti Just Energy Transition Partnerships (JETP), Asia Zero Emission Communities (AZEC), dan Energy Transition Mechanism (ETM) sangatlah penting." ujar Yudo.

"Selain itu, pembiayaan ramah lingkungan yang inovatif seperti obligasi ramah lingkungan, perusahaan jasa energi (ESCO), dan skema pembiayaan lainnya didorong untuk dijajaki dan diterapkan," tutur Yudo.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Menlu Sugiono Ungkap 2 Kesepakatan Kerja Sama Regional di KTT ASEAN 2026

Nasional
3 hari lalu

KTT ASEAN, Prabowo: Perlindungan Warga Negara di Timur Tengah Harus Jadi Prioritas

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Ajak ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan, Ingatkan Risiko El Nino

Nasional
3 hari lalu

RI-Filipina Sepakati Kerja Sama Nikel, Bisa Serap 180.600 Tenaga Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal