Transformasi BRI dan Perilaku Masyarakat yang Kian Digital Pascapandemi

Ahmad Islamy Jamil
Lewat aplikasi super BRImo, BRI terus mendorong digitalisasi proses bisnis. (Foto: iNews.id/Ahmad Islamy Jamil)

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara BRI mencapai itu semua?

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso menuturkan, ada dua perubahan besar yang sudah diraih BRI selama kepemimpinannya, yaitu transformasi digital dan transformasi budaya. Untuk transformasi digital, ada dua yang menjadi sasaran BRI. Yang pertama adalah digitalisasi proses bisnis. Lewat cara itu, aktivitas perseroan menjadi jauh lebih efisien. Sementara sasaran yang kedua adalah mampu menciptakan value atau nilai baru dan model bisnis yang baru. 

Sementara transformasi budaya korporasi di BRI diarahkan kepada yang dia sebut performance driven culture. Artinya, kata Sunarso, seluruh insan BRILiaN (karyawan BRI) harus mampu merancang dan merancang kesuksesannya masing-masing. “Semua orang di perusahaan bisa mengeluarkan potensi terbaiknya, dan ini akan kami akumulasikan menjadi potensi terbaik BRI,” ucapnya.

Gaya kepemimpinan di dalam tubuh BRI ternyata berperan penting dalam mewujudkan transformasi budaya dan digital bank pelat merah tersebut pascapademi. Sunarso mengatakan, dia menerapkan kombinasi tiga gaya kepemimpinan dalam mengelola perusahaan sebesar BRI, yaitu instruktif, motivatif, dan inspiratif. 

Dia menjelaskan, ada kalanya seorang pemimpin menjadi sangat instruktif terhadap bawahannya, karena sumber daya yang ada di organisasi memang membutuhakan gaya yang semacam itu. Namun di lain waktu, si pemimpin organisasi juga mesti menjadi motivator bagi orang-orang yang dipimpin. 

“Ada orang (karyawan) yang sudah paham tentang pekerjaannya, sudah tahu tujuan bersama di perusahaan. Maka tugas seorang pemimpin adalah memotivasi orang-orang ini agar keluar energi mereka untuk diarahkan secara positif untuk mencapai tujuan bersama di perusahaan,” ucap Sunarso.

Dia mengatakan, ada pula orang yang tidak perlu lagi diajari secara detail alias perinci. Mereka ini juga tahu bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Untuk karyawan yang masuk kepada tipe ini, menurut Sunarso, cukup diberi inspirasi. “Jadi, kepada mereka, kami ngomong di taraf yang sangat high level tapi inspiratif, dan kemudian tim kami sudah bisa menjabarkan itu menjadi keinginan mereka untuk menyusun visi perusahaan,” tuturnya.

Dengan kombinasi tiga gaya kepemimpinan tadi, BRI mampu mencetak rekor dengan membukukan laba bersih sebesar Rp51,4 triliun pada tahun lalu. Itu adalah laba tertinggi dalam sejarah perbankan Indonesia sampai saat ini.***

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Prabowo Ingin Kartu Identitas Tunggal Segera Diterapkan, Dorong Penyederhanaan Birokrasi

2 bulan lalu

Percepat Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

18 hari lalu

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator

22 hari lalu

Puing Berganti Pakcoy, BRI Dampingi Taman Urban Farming Dahlia Tebar Manfaat ke Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal