Hampir tiga tahun terakhir, Puti sudah jarang berbelanja di toko fisik. Apa-apa barang yang ingin dibeli, cukup lewat toko online. Meski berbelanja secara daring membutuhkan waktu beberapa hari, dari sejak barang dikemas oleh penjual sampai tiba di tangan pembeli, itu tak jadi soal baginya. Pandemi Covid-19 memaksanya agar terbiasa untuk bertransaksi secara cashless alias nontunai. Kebiasaan itu pun terus berlangsung sampai sekarang.
Namun, dia melihat BRI punya tempat sendiri dalam mempermudah proses transformasi digital itu. Terutama setahun belakangan, BRImo telah membantunya dalam banyak hal.
Pernah satu kali mertuanya kehabisan paket internet. Dia pun lantas mengisikan pulsa telepon seluler orang tua suaminya itu lewat BRImo. Di lain waktu, pernah pula alarm meteran listrik di rumahnya berbunyi sebagai pertanda pulsanya mau habis. Dengan BRImo, dia membeli token pulsa listrik dan masalah pun selesai.
“Sebelumnya (transaksi) tidak pernah semudah ini,” ucap perempuan yang bekerja sebagai ASN di Jakarta itu.
Tidak hanya itu, Puti ternyata juga memegang kartu BRIZZI. Uang elektronik dari BRI itu dia pakai saat membayar tol maupun parkir di sejumlah gedung di Ibu Kota. “Pengisian BRIZZI ini gampang sekali, juga bisa lewat aplikasi BRImo,” tutur ibu muda itu.