Tambal Pembengkakan Biaya KCJB, Pemerintah Ajukan Tenor Utang 35-40 Tahun ke CDB

Suparjo Ramalan
Pemerintah mengajukan opsi jangka waktu pembayaran (tenor) atas pinjaman atau utang kepada China Development Bank (CDB) selama kurun waktu 35-40 tahun. (Foto: Antara)

Tiko menambahkan, pemerintah tidak mempersoalkan proses transaksi dengan mengacu pada mata uang resmi China, Renminbi. Asalkan, bunga yang ditetapkan di bawah 3 persen. 

Hingga saat ini, suku bunga pinjamam Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih di angka 3,4 persen. Sementara, Indonesia masih terus meminta agar suku bunga ditekan di posisi 2 persen. 

"Kalau Renminbi besar boleh aja, asal bunganya murah. Kemarin saya minta kalau Renminbi di bawah 3 (persen)," tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, pinjaman tersebut dialokasikan untuk menambal 75 persen dari total pembengkakan anggaran mega proyek di sektor transportasi kereta tersebut. Sedangkan, 25 persen dari total pembengkakan biaya ditutupi oleh konsorsium yakni, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co Ltd.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
15 hari lalu

Soal Wacana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, AHY Ingatkan agar Tak Ulangi Kesalahan yang Sama

Nasional
21 hari lalu

Temui Purbaya, AHY Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh  

Megapolitan
28 hari lalu

DPRD bakal Panggil Direksi RSUD Kota Bekasi, Bahas Utang Rp70 Miliar

Makro
29 hari lalu

Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gagal Bayar 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal