Tak Mampu Lanjutkan Sewa, Maskapai Kembalikan 1.300 Pesawat ke Lessor Tahun Ini

Michelle Natalia
Pesawat Lion Air. (Foto: Istimewa)

Adapun jumlah maskapai yang berencana mengakhiri masa sewa tidak sedikit. Awalnya kebanyakan maskapai tidak melanjutkan sewa karena sedang restrukturisasi. 

Namun kemudian kondisi memburuk hingga menyebabkan banyak maskapai mengalami kerugian bahkan bangkrut. Hal ini membuat nasib armada-armada pesawat yang dikembalikan ke lessor semakin tak jelas masa depannya

"Ketidakpastian ini mematahkan pola yang selama ini sudah terbentuk. Biasanya ketika keuangan maskapai membaik, maka lessor akan mengirimkan ulang pesawat yang sempat dikembalikan," tutur Phil Seymour.

IBA memperkirakan bahwa penurunan aktivitas penyewaan pesawat ini akan berdampak negatif pada industri Maintenance, Repair, Overhaul (MRO), atau bengkel pesawat. 

Jumlah kunjungan ke bengkel pesawat dipastikan bakal menurun. Sebelum COVID-19, jumlah kunjungan pesawat ke bengkel sempat diperkirakan akan meningkat dari 3.200 pada 2019 menjadi 4.500 kunjungan pada 2023.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh! Mobil Bermesin Pesawat Bom Nuklir Nyaris Dilelang, Tenaganya Tembus 6.930 Tenaga kuda

57 tahun lalu

Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan

57 tahun lalu

Viral Ada Pengikat Kabel di Baling-Baling Pesawat, Wings Air: Bukan Kerusakan

57 tahun lalu

Kemenhub Izinkan Fuel Surcharge Naik, Harga Tiket Pesawat ke Bali Tembus Rp2,38 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal