Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Danantara akan dipimpin oleh Rosan Roeslani, dengan dukungan Pandu Sjahrir sebagai holding investasi dan Dony Oskaria sebagai holding operasional. Erick Thohir ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas, didampingi Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas.
"Bapak Dony Oskaria sebagai holding operasional dan bapak Pandu Sjahrir yang akan memegang holding investasi," ujar Hasan Nasbi.
Tujuh BUMN akan dikelola oleh Danantara, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Total aset ketujuh BUMN ini mencapai Rp9.286,24 triliun. Prabowo menambahkan bahwa Danantara akan memiliki dana kelolaan hingga US$900 miliar.
Berikut adalah struktur lengkap organisasi BPI Danantara:
Pembina dan Penanggung Jawab: Presiden Prabowo Subianto
Dewan Penasihat: Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo
Dewan Pengawas:
Ketua Dewan Pengawas: Erick Thohir
Wakil Ketua Dewan Pengawas: Muliaman D. Hadad
Anggota Dewan Pengawas: Sri Mulyani, Tony Blair
Badan Pelaksana:
Kepala Badan Pelaksana/Chief Executive Officer (CEO): Rosan Roeslani
Holding Operasional/Chief Operating Officer (COO): Dony Oskaria
Holding Investasi/Chief Investment Officer (CIO): Pandu Patria Sjahrir
Susunan lengkap pengurus Danantara sudah diumumkan, namun tantangan besar menanti di depan mata. Keberhasilan Danantara sangat bergantung pada transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan untuk mengelola aset negara secara optimal demi kepentingan bangsa.