Untuk jangka menengah, SKK Migas juga akan mendorong pengembangan berbagai penemuan lapangan yang memang belum dikembangkan.
"Jadi ada temuan-temuan di masa yang lalu kita kumpulkan ini itu yang belum dikembangkan belum diusulkan lapangan yang dikembangkan. Padahal ini kan costnya sudah keluar jadi ini yang pertama yang kita akan kejar kepada KKKS," tuturnya.
Kemudian, SKK Migas juga akan mereaktivasi sumur idle sebanyak 1.000 sampai 1.500 per tahun dan mempercepat eksekusi chemical Enchanced Oil Recovery (EOR) di sumur-sumur eksisting.
"Kalau yang lalu-lalu kita masuk di primary recovery, secondary recovery. Jadi kalau di hulu migas itu berapa kemampuan mengangkat itu ada primary recovery yang itu hanya dibor, langsung muncrat keluar sendiri itu primary recovery. Sampai dia tidak mampu keluar barulah dipasangi secondary, baru masuk dipasangi ESP untuk menghisap kemudian dimasukkan air, steam segala macam itu secondary recovery," ucap Dwi.
Dia menyebutkan, dengan mekanisme itu cadangan yang mampu di recover hanya 30 sampai 40 persen. Sementara, primary ke secondary itu menambahkan cadangan sekitar 10 persen.