Menurut Prabu, Jokowi ingin melihat sosok pemimpin yang jelas visinya dalam ke arah mana dia mau membawa Indonesia, dan hal itu yang terus dinantinya.
Bahkan, hingga saat ini, Jokowi mengaku belum melihat sosok calon pemimpin yang bervisi dan bergagasan besar seperti ini.
"Mencari yang gagasan yang substantif, konteksnya dekat dan relevan dengan situasi saat ini," ucap Prabu mengutip Jokowi.
Khususnya, hal ini terkait dengan rencana hilirisasi di Indonesia yang dinilainya tidak mudah. Dia mencontohkan hilirisasi nikel yang mendapatkan perlawanan dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).
"Mereka sudah mengajukan banding dan Indonesia kalah. Mereka minta ekspor nikel dibuka, tak boleh ditutup. Maka dari itu butuh keberanian untuk melakukan hilirisasi, karena tekanannya besar dari dunia," sambungnya.