Siapa Pemilik Emiten DKHH? Jejak Keluarga Mantan Wapres dalam Kepemilikan Saham Rumah Sakit 

Komaruddin Bagja
Siapa Pemilik Emiten DKHH? (Foto: DKHH)

Profil Singkat Emiten DKHH

DKHH merupakan perusahaan yang fokus pada pengelolaan rumah sakit dan layanan kesehatan. Perusahaan ini memiliki beberapa rumah sakit yang tersebar di wilayah strategis di Indonesia, dan terus melakukan ekspansi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. DKHH resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga kepemilikan sahamnya terbuka untuk publik.

Struktur Kepemilikan Emiten DKHH

Pemilik utama DKHH adalah PT Siliwangi Djajakusumah Hospitals, sebuah perusahaan holding yang bergerak di bidang pengelolaan rumah sakit dan perdagangan alat kesehatan. PT Siliwangi Djajakusumah Hospitals memegang saham mayoritas di DKHH, dengan porsi sekitar 79,22% setelah proses penawaran umum saham perdana (IPO).

Sisa saham sebesar 20,78% dimiliki oleh publik, yang terdiri dari berbagai investor institusi dan individu yang membeli saham DKHH di pasar modal.

Pemilik dan Pengendali Utama

Pemilik dan pengendali utama PT Siliwangi Djajakusumah Hospitals adalah keluarga yang memiliki latar belakang kuat di sektor bisnis dan kesehatan. Keluarga ini juga memiliki hubungan dengan tokoh nasional Indonesia, yaitu mantan Wakil Presiden RI ke-4, Umar Wirahadikusumah.

Tokoh kunci dalam kepemilikan ini adalah:

  • Iqbal Rahim Wilis, yang merupakan menantu keluarga Umar Wirahadikusumah, berperan sebagai komisaris di DKHH dan pemegang saham minoritas di perusahaan holding.
  • Satria Muhammad Wilis, Direktur Utama DKHH, yang juga bagian dari keluarga tersebut dan aktif dalam pengelolaan perusahaan.


Jadi, jika Anda bertanya siapa pemilik emiten DKHH, jawabannya adalah bahwa perusahaan ini dikendalikan oleh PT Siliwangi Djajakusumah Hospitals sebagai pemegang saham mayoritas. Kepemilikan ini memastikan bahwa DKHH tetap fokus pada pengembangan layanan kesehatan dengan dukungan manajemen keluarga yang berpengalaman.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

445 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 6.172

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, 437 Saham Melesat

57 tahun lalu

Golkar Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal usai Harga Minyak Dunia Turun: Jangan Disia-siakan

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Melesat 4,12 Persen, Tembus Level 6.254

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal