Sementara itu, menurut profil perusahaan tercatat di laman Bursa Efek Indonesia, Philip Morris Indonesia tercatat menguasai 107.523.239.925 (107,52 miliar) saham atau setara 92,44 persen.
Kemudian, pemegang saham masyarakat non-warkat mencapai 8.723.893.275 (8,72 miliar) saham atau setara 7,5 persen, serta saham yang digenggam masyarakat warkat mencapai 70.943.700 (70,94 juta) saham atau setara 0,06 persen.
Untuk diketahui, Sampoerna memiliki sejumlah anak perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (Panamas), anak perusahaan yang merupakan perseroan terbatas yang menjalankan berbagai kegiatan usaha, termasuk distribusi barang (terutama produk tembakau), pengangkutan dan pergudangan, periklanan, perumahan, dan konsultasi manajemen.
Kemudian, PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) adalah perseroan terbatas yang sebelumnya bernama PT Union Sampoerna Dinamika. Anak perusahaan Sampoerna ini resmi didirikan pada tanggal 18 September 1999 dan bergerak di bidang perdagangan umum, platform digital untuk komersial, dan agensi.
Lalu, PT Sampoerna Karya Bangsa (SKB) atau dahulu dikenal dengan nama PT Wahana Sampoerna. SKB didirikan pada tanggal 10 April 1989 dan bergerak di bidang pelatihan kerja. Selanjutnya, PT Harapan Karya Sembilan (HKS) merupakan anak perusahaan bergerak di industri jasa kreatif, mencakup konsultasi manajemen, periklanan, dan jasa manajemen merek.