IMIP merupakan kawasan industri berbasis nikel dengan mata rantai industri terpanjang di dunia. Berdiri pada 2013, luas kawasan mencapai 5.000 hektare dan sedang dikembangkan menuju 6.000 hektare.
Sebanyak 54 industri berada di tempat ini. Selain PT Sulawesi Mining Investment (SMI) sebagai pabrik pertama, terdapat PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS), PT QMB New Energy Materials (QMB) dan lainnya.
Puluhan industri itu belum termasuk fasilitas pendukung mulai pelabuhan (terminal khusus) dengan kapasitas sampai dengan 150 juta ton/tahun dan power plant dengan kapasitas 5.319 MW.
Pembangkit listrik itu akan terus dikembangkan. Saat ini power plant berkapasitas 1.520 MW juga sedang tahap pembangunan. Selain itu terdapat pula bandara khusus dan ketersediaan air baku hingga 6.000 liter per detik.
IMIP dibangun atas kerja sama Bintang Delapan Group, SMI dan Tsingshan Holding Group dari China. Sebelum membangun industri berbasis nikel di Morowali, Tsingshan Group memiliki 3 unit produksi nikel pig iron (npi) dengan kapasitas 2 juta ton dan 3,4 juta ton Stainless Steel.