Siap-siap, Pabrik Baterai Bakal Dibangun di Morowali

Zen Teguh Triwibowo
Truk listrik Tsingshan mengisi daya di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Listrik (IMIP), Sulawesi Tengah, Jumat (19/1/2024). Foto: iNews.id/Zen Teguh

MOROWALI, iNews.id – Menancapkan taji sebagai pemain kakap industri pengolahan nikel dunia tak menghentikan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk terus tumbuh. Mendukung ekosistem kendaraan listrik, sebuah pabrik baterai direncanakan dibangun di kawasan industri terintegrasi tersebut.

Kehadiran pabrik baterai akan melengkapi 54 industri yang saat ini beroperasi di IMIP. Jika terealisasi, Taman Tsingshan (julukan lain IMIP) akan kian komplet karena saat ini telah berdiri berbagai pabrik pemurnian (smelter) dan pengolahan biji nikel serta daur ulang baterai.

Managing Director PT IMIP Hamid Mina menuturkan, seperti kebanyakan tenant di IMIP, investasi pabrik baterai berasal dari China. Sayangnya, dia belum menjelaskan rinci tentang rencana tersebut, termasuk nilai investasi.

“Moga-moga tahun ini (mulai). Sekarang masih studi kelayakan,” tutur Hamid di Morowali, pekan lalu.

Mengenai kapasitas produksi, pengusaha tambang kawakan itu juga belum mengungkap pasti. Yang jelas, kata dia, pabrik baterai itu tidak langsung besar karena prinsipnya menyesuaikan kebutuhan. Pada fase awal, diproyeksikan baterai akan digunakan untuk memasok kebutuhan internal.

IMIP merupakan kawasan industri berbasis nikel dengan mata rantai industri terpanjang di dunia. Berdiri pada 2013, luas kawasan mencapai 5.000 hektare dan sedang dikembangkan menuju 6.000 hektare.

 Sebanyak 54 industri berada di tempat ini. Selain PT Sulawesi Mining Investment (SMI) sebagai pabrik pertama, terdapat PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS), PT QMB New Energy Materials (QMB) dan lainnya.

Puluhan industri itu belum termasuk fasilitas pendukung mulai pelabuhan (terminal khusus) dengan kapasitas sampai dengan 150 juta ton/tahun dan power plant dengan kapasitas 5.319 MW.

Pembangkit listrik itu akan terus dikembangkan. Saat ini power plant berkapasitas 1.520 MW juga sedang tahap pembangunan. Selain itu terdapat pula bandara khusus dan ketersediaan air baku hingga 6.000 liter per detik.

IMIP dibangun atas kerja sama Bintang Delapan Group, SMI dan Tsingshan Holding Group dari China. Sebelum membangun industri berbasis nikel di Morowali, Tsingshan Group memiliki 3 unit produksi nikel pig iron (npi) dengan kapasitas 2 juta ton dan 3,4 juta ton Stainless Steel. 

Berdasarkan laman situs resmi IMIP, Tsingshan Group merupakan perusahaan terbesar di dunia di bidang pengolahan nikel dan sudah menguasai teknologi pengolahan yang lengkap dengan teknologi maju dan modern. Saat ini produk utama IMIP yakni nikel, stainless steel dan carbon steel.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Pemerintah Tawarkan Puluhan Proyek Tol ke Investor Australia, Ini Daftarnya

Internasional
2 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Nasional
3 hari lalu

Danantara Siap Borong Saham Lokal, Ini Kriteria Perusahaan yang Dilirik

Nasional
4 hari lalu

OJK Beberkan 8 Jurus untuk Reformasi Total Pasar Modal Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal