MOROWALI, iNews.id – Menancapkan taji sebagai pemain kakap industri pengolahan nikel dunia tak menghentikan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk terus tumbuh. Mendukung ekosistem kendaraan listrik, sebuah pabrik baterai direncanakan dibangun di kawasan industri terintegrasi tersebut.
Kehadiran pabrik baterai akan melengkapi 54 industri yang saat ini beroperasi di IMIP. Jika terealisasi, Taman Tsingshan (julukan lain IMIP) akan kian komplet karena saat ini telah berdiri berbagai pabrik pemurnian (smelter) dan pengolahan biji nikel serta daur ulang baterai.
Managing Director PT IMIP Hamid Mina menuturkan, seperti kebanyakan tenant di IMIP, investasi pabrik baterai berasal dari China. Sayangnya, dia belum menjelaskan rinci tentang rencana tersebut, termasuk nilai investasi.
“Moga-moga tahun ini (mulai). Sekarang masih studi kelayakan,” tutur Hamid di Morowali, pekan lalu.
Mengenai kapasitas produksi, pengusaha tambang kawakan itu juga belum mengungkap pasti. Yang jelas, kata dia, pabrik baterai itu tidak langsung besar karena prinsipnya menyesuaikan kebutuhan. Pada fase awal, diproyeksikan baterai akan digunakan untuk memasok kebutuhan internal.