Kondisi ini menyebabkan risiko higher-for-longer atau suku bunga tinggi lebih lama akan meningkat. Ruang kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral AS Federal Reserve masih akan terbuka di sisa tahun ini.
Menurut Josua, rupiah lebih banyak faktor sentimen fundamental yang harusnya bisa membuat mata uang ini menguat lagi.
"Tapi dengan faktor sentimen tadi, dua dari tensi geopolitik dan juga ketidakpastian dari arah suku bunga AS, sehingga sentimennya akhirnya berpengaruh pada pelemahan rupiah," kata Josua.