Rupiah Semakin Dekati Rp16.000, Ekonom Ungkap Penyebabnya
Josua mengapresiasi langkah Bank Indonesia terkait dengan local currency transaction (LCT), bagaimana transaksi ekspor-impor dengan menggunakan mata uang lokal dan juga transaksi investasi juga dengan mata uang lokal. Ditambah lagi, antar QR crossborder ini pun membuka payment di antara kawasan Asia.
"Jadi tentunya ini dapat bisa mengurangi ketergantungan dan terutama lagi misalkan rupiah ya bagaimana kita bisa lebih resilien lagi," ucap Josua.
Ekonom PermataBank ini melihat resiliensi rupiah nilainya sejauh ini cukup baik, tentunya bagaimana tadi keseimbangan eksternalnya diperkuat dengan penguatan current account balance kita.
"Kalau kita perhatikan bisa meningkatkan value chain nya artinya mendorong hilirisasi agar misalkan produksi baterai mobil listrik alumunium bisa dilakukan di dalam negeri sehingga meningkatkan current account balance nya," ujar dia.
Adapun pelemahan rupiah masih tergantung pada faktor eksternal, yaitu kondisi global saat ini. Konflik Israel-Hamas yang semakin memanas juga meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.