JOHANNESBURG, iNews.id - Beberapa pelaku usaha melakukan pertemuan bisnis di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Afrika Selatan pada 23-24 Agustus kemarin. Dari pertemuan itu, ada beberapa kerja sama yang diteken.
Pertemuan terlaksana atas kolaborasi antara Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pretoria, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, serta Indonesia Trade and Promotion Centre di Johannesburg. Pertemuan berlangsung di kantor ITPC di Johannesburg.
Adapun, terdapat penandatanganan 2 buah MoU, yakni:
Penandatanganan disaksikan oleh:
1. Jodi Mahardi, Dirjen Kemaritiman dan Investasi,
2. Yunus Hoosen, Head of Invest SA
3. Tudiono, Konjen RI Cape Town.
Selain itu, kegiatan itu juga dilanjutkan dengan pertemuan PT Pertamina dengan Petro SA, dan Central Energy Fund yang menjadi tuan rumah pertemuan. Terdapat potensi kerja sama dilakukan dengan skema dua timeline, yaitu secara jangka pendek Indonesia memiliki rencana untuk menyediakan gas, sebagai salah satu sumber energi untuk mengatasi krisis energi di Afrika Selatan, yang sampai saat ini senantiasa harus menerapkan load shedding (pemutusan listrik secara bergilir).
Dalam jangka panjang, Pertamina akan menyediakan bantuan infrastruktur yang lebih komprehensif dalam penyediaan gas, termasuk dalam lingkup transfer knowledge, dengan hasil penyediaan energi tidak hanya untuk Afrika Selatan, namun juga untuk sejumlah negara di wilayah Afrika bagian Selatan.