"Aksi korporasi tersebut tidak mempengaruhi kecukupan modal dan kinerja keuangan perseroan. Stock split juga tidak akan menyebabkan dilusi atau penurunan jumlah kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan," tuturnya.
Dengan aksi korporasi ini, jumlah lembar saham perseroan yang beredar akan meningkat secara proporsional. Sedangkan nilai nominal dan nilai pasar dari setiap lembar saham akan menyesuaikan secara proporsional.
Hingga perdagangan sesi II hari ini, saham BBNI ditutup menguat 1,07 persen di level Rp9.450 per saham. BBNI terpantau bergerak di zona hijau dalam sepekan perdagangan dengan naik 1,61 persen dan secara YTD sudah menguat 2,44 persen.