Puncak Musim Kemarau Diprediksi pada Agustus, Mentan Sebut 870.000 Hektare Sawah Berpotensi Kekeringan

Iqbal Dwi Purnama
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perubahan iklim ekstrem El Nino tahun 2023 puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. (Foto: Ilustrasi/Antara)

Terdapat beberapa strategi yang disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan), seperti identifikasi dan maping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning, dan hijau; Percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan; serta peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan peningkatan ketersediaan air dengan membangun/memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta pompanisasi; penyediaan benih tahan kekeringan dan OPT; pengembangan pupuk organik terpusat dan mandiri; dan dukungan pembiayaan KUR dan asuransi pertanian.

"Maka perlu dilakukan langkah antisipasi dan adaptasi dalam upaya mengurangi dampak penurunan produksi pangan," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Pelajar Tewas gegara Jalan Berlubang di Jaktim, Rano Karno: Perbaikan Permanen Tunggu Musim Kemarau

Nasional
13 hari lalu

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains

Internasional
14 hari lalu

Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"

Nasional
14 hari lalu

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan hingga Februari 2026, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal