Erick menilai, peresmian ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan olahraga tanah air, terutama dalam memperkuat fondasi pembinaan usia dini melalui fasilitas yang representatif dan berstandar internasional.
“Sepak bola adalah lebih dari sekadar permainan. Ini adalah panggung awal bagi anak-anak kita untuk membangun kepercayaan diri, kerja sama tim, dan semangat juang. Melalui sinergi dengan FIFA, kami menghadirkan lapangan yang tidak hanya menjadi tempat bermain, tapi juga simbol komitmen kami dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang,” ujar Erick.
Dengan permukaan rumput sintetis berkualitas tinggi dan sarana pendukung yang aman bagi anak-anak, lapangan ini dirancang sebagai ruang terbuka yang inklusif dan menyenangkan. Dalam waktu dekat, kawasan ini, lanjut Erick yang juga merupakan Menteri BUMN, direncanakan menjadi tuan rumah berbagai kompetisi sepak bola usia dini dan pelatihan rutin, sehingga aktivitas positif terus hidup di tengah masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pembangunan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pengembangan potensi anak-anak Indonesia secara holistik.
“Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif, sekaligus mendukung program pembinaan PSSI dalam menjaring bibit-bibit unggul dari berbagai daerah,” kata Darmawan.
Dalam momentum bersejarah ini, PSSI bersama FIFA secara resmi memperkenalkan Garuda Academy, sebuah program pendidikan strategis yang dirancang untuk mencetak generasi muda Indonesia menjadi pemimpin masa depan, khususnya di bidang manajemen olahraga.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor olahraga nasional, dengan dukungan penuh dari Bank Mandiri sebagai mitra strategis yang memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan olahraga Indonesia dari hulu ke hilir.