PHR Berkolaborasi Kembangkan Bandar Bakau Dumai dan Homestay Jadi Magnet Wisatawan

Anindita Trinoviana
Kafe dan homestay KUB Redam Piloe yang berlokasi di Bandar Bakau Dumai. (Foto: dok Pertamina Hulu Rokan)

"Kami ingin menunjukkan bahwa konservasi dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Dengan mengembangkan wisata berbasis alam, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” kata Vicky.

Motivasi awal keterlibatan mereka yang tergabung dalam KUB di Bandar Bakau Dumai tetap pada misi menjaga lingkungan, khususnya hutan mangrove ini. KUB dikelola sekitar 19 anak muda setempat.

Adapun jenis unit bisnisnya seperti dua kafe yakni, Titikreda dan Redam Piloe Resto yang menjual aneka camilan dan hidangan utama. Ada pula babershop dan homestay. Rata-rata omzet dari semua unit bisnis yang dikelola KUB ini bervariasi.

“Secara finansial, alhamdulillah masih masuk. Konsep kita outdoor. Jadi kalau musim hujan omzetnya sekitar Rp8 juta. Kalau musim lagi bagus, bisa lebih dari Rp10 juta per bulannya (di luar penjualan bibit mangrove),” tuturnya.

Kisah sukses anak-anak muda di Bandar Bakau ini memberikan banyak pelajaran berharga. Pertama, program TJSL PHR telah membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, masyarakat lokal mampu menciptakan perubahan yang signifikan.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
6 jam lalu

Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney Airports

4 jam lalu

Survei LSI Catat Kepuasan Publik terhadap KDM Capai 95,4 Persen

6 jam lalu

Hari Anak Nasional, BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting

6 jam lalu

Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Tegaskan Pembentukan Karakter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal