Pertama Kali dalam Sejarah, Sri Lanka Gagal Bayar Utang

Aditya Pratama
Sri Lanka gagal membayar utang untuk pertama kalinya dalam sejarah, setelah melewati 30 hari masa tenggang pembayaran bunga utang sebesar 78 juta dolar AS. (Foto: Reuters)

Perekonomian negara di Asia Selatan itu telah terpukul keras oleh pandemi dan kenaikan harga energi. Namun, para kritikus mengatakan krisis saat ini disebabkan oleh pemerintah sebelumnya sendiri. Hal ini telah menyebabkan inflasi yang melonjak, kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya.

Mantan konsultan Sri Lanka untuk Asian Development Bank, Mick Moore menyebut, apa yang terjadi saat ini di negara itu bukan sedang berjuang dari dampak masalah ekonomi global.

"Ini adalah krisis ekonomi yang paling disebabkan oleh manusia dan sukarela yang saya tahu," kata dia kepada BBC.

Dalam beberapa minggu terakhir telah terjadi aksi protes besar, bahkan terkadang disertai kekerasan terhadap Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan keluarganya karena krisis yang berkembang.

Negara tersebut telah memulai pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout dan perlu menegosiasikan kembali perjanjian utangnya dengan kreditur.

Pada hari Kamis, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service mengatakan Sri Lanka mencapai gagal bayar obligasi internasionalnya untuk pertama kalinya. Pada hari yang sama, Fitch Ratings menurunkan penilaiannya terhadap Sri Lanka menjadi default terbatas setelah masa tenggang untuk pembayaran telah berakhir.

Bulan lalu, lembaga pemeringkat kredit S&P dan Fitch memperingatkan Sri Lanka akan gagal bayar utangnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

57 tahun lalu

Purbaya soal Kenaikan Harga Pertamax jadi Rp16.250: Dampak ke Inflasi Relatif Minim

57 tahun lalu

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

57 tahun lalu

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga BBM hingga Tiket Pesawat jadi Biang Kerok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal