Perang Rusia-Ukraina Tak Kunjung Berakhir, Negara G20 Disebut Paling Terdampak Ekonominya

Anggie Ariesta
Seorang anggota Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina berjaga-jaga di titik penyeberangan Goptovka di perbatasan antara Rusia dan Ukraina di Wilayah Kharkiv, Ukraina. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Makin panjangnya perang Rusia-Ukraina disebut akan menciptakan masalah besar bagi ekonomi global, khususnya negara G20. Kekhawatiran menyebar atas meningkatnya risiko ekonomi dan keuangan karena konflik dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Tanpa tanda-tanda akan segera berakhirnya perang di Ukraina, semakin besar risiko bahwa konflik tersebut akan mendorong ekonomi global yang rapuh ke dalam kemerosotan.

Dalam tujuh minggu pertama, perang telah memicu arus besar pengungsi Ukraina, mendorong inflasi dengan menaikkan harga makanan dan minyak, serta merusak prospek pertumbuhan Eropa hingga potensi resesi.

Dampak perang muncul ketika dua mesin utama ekonomi global, yaitu Amerika Serikat dan China menghadapi masalah mereka sendiri. Kebijakan virus Covid-19 tanpa toleransi China menjungkirbalikkan rantai pasokan dan meningkatkan keraguan tentang target pertumbuhan 5,5 persen pemerintah.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve sedang berjuang untuk mendinginkan inflasi tertinggi dalam 40 tahun.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
11 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

16 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

18 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

19 jam lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal