Pengamat Ungkap Dampak Ngeri dari Rencana Tarif KRL Pakai NIK

Iqbal Dwi Purnama
ilustrasi rencana tarif KLR Commuter Line pakai NIK (Foto: Dok. KAI Commuter)

Sedangkan dari sisi Fasilitas dan pelayanan, PT KAI pun sebagai operator KRL tidak bisa memberikan lebih kepada para pengguna, baik yang bayar menggunakan subsidi maupun yang tidak. 

"Ya tidsk ada yang salah itu, secara bisnis memang begitu, dia bayar ya berhak dilayani, misal  yang satu bayar Rp10.000, dan satu bayar Rp1.000. Jadi memang sulit untuk disamaratakan terkait pelayanananya," katanya.

Kalau pun cita-cita pemerintah agar penyaluran subsidi tepat sasaran, maka menurut Deddy bisa diberikan dari aspek lain, misalnya bantuan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khusus pelajar, maupun khusus kaum rentan. Sehingga tarif KRL bisa tetap setara, namun memberikan stimulus kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan bayar.

"Namanya angkutan umum, seharusnya tarifnya juga umum, semuanya sama, namanya juga public transport, kalau tarif berbeda namanya bukan angkutan umum, tapi angkutan spesial, angkutan privat, ada yang subsidi ada yang tidak," ucap Deddy.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KAI Tambah Perjalanan LRT Jabodebek di Jam Sibuk Pagi, Berlaku Mulai Besok

57 tahun lalu

Tiket KA selama Libur Sekolah Diskon 30 Persen, Cek Jadwal dan Syaratnya

57 tahun lalu

Hore! Tiket KA Liburan Sekolah Diskon 30 Persen, Bisa Dipesan Mulai 6 Juni 2026

57 tahun lalu

Direstui Danantara, KAI Targetkan Akuisisi INKA Rampung Akhir 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal