Produk-produk yang diperjualbelikan atau diperdagangkan bersifat homogen menjadi ciri-ciri kedua dari oligopoli. Pada ciri-ciri ini produsen biasanya hanya memproduksi dan menjual satu produk saja. Dengan kata lain, barang atau produk yang satu dengan produk yang lainnya dapat saling menggantikan, sehingga konsumen tidak begitu terlalu sulit untuk mendapatkan produk yang homogen tersebut.
Strategi pemasaran yang matang menjadi ciri-ciri oligopoli yang keempat. Persaingan akan semakin ketat karena produsen yang bermain pada pasar ini sangat sedikit dan produk atau barang yang dihasilkan menjadi sedikit juga. Oleh sebab itu, bagi para produsen yang sudah masuk ke dalam pasar oligopoli pasti harus memiliki suatu strategi pemasaran yang matang agar mampu bersaing dengan produsen lainnya.
Adanya pengaruh terhadap produsen lain yang disebabkan karena kebijakan produsen utama menjadi ciri-ciri oligopoli. Di dalam pasar oligopoli produsen utama bisa dikatakan sebagai penentu kebijakan. Sederhana, jika produsen utama menentukan harga suatu produk, maka produsen lainnya akan mengikuti harga yang sudah dibuat oleh produsen utama. Bukan hanya harga saja, tetapi perubahan fungsi dari suatu produk juga bisa mempengaruhi produsen lainnya.
Produsen sulit masuk ke pasar oligopoli menjadi ciri-ciri yang keenam dari oligopoli. Bagi para produsen baru akan kesulitan untuk masuk ke pasar oligopoli, sehingga tak sedikit produsen baru mempersempit pasar, keuntungan kecil, atau bahkan mengalami kebangkrutan. Produsen yang mengalami kebangkrutan karena produk yang dijualnya tidak mampu bersaing dengan produsen lama yang sudah memiliki harga pasar dan mereknya sudah terkenal.
Pasar oligopoli murni merupakan keadaan yang hanya ada sedikit produsen yang menjual satu jenis barang dengan inovasi produk yang tidak sama, lalu harga produk ditetapkan oleh produsen yang pertama kali memasuki pasar.