“Kami memiliki visi untuk terus memperluas jangkauan agar dapat melayani lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia, menghadirkan produk berkualitas dengan nilai terbaik yang terjangkau untuk semua kalangan,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (26/11/2024).
Edwin menambahkan, dalam lima tahun pertama atau pada rentang waktu 2017-2022, perseroan telah membuka 400 toko di Tanah Air. Kemudian, pada periode 2022-2024, perseroan telah berhasil menambah 400 toko lagi.
“Ini membuktikan kemampuan kami untuk terus mempercepat pertumbuhan dan menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, dengan tingkat penetrasi pasar sebesar 1,9 persen pada 2023, MR. DIY melihat peluang besar untuk terus memperluas pangsa pasar di segmen ritel non-grocery. Edwin menyebut, IPO ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan langkah ini, kami optimis MR. DIY akan terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi pelanggan, masyarakat, dan pemegang saham,” ucap Edwin.
Perseroan akan menggunakan 60 persen dana hasil IPO untuk akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank CIMB Niaga.
Selain itu, 30 persen dana akan digunakan untuk biaya pembukaan toko baru yang terdiri dari biaya deposit dan uang muka sewa toko, renovasi, pengadaan peralatan, dan perlengkapan toko di wilayah Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, dan Kepulauan Maluku.