MNCN Catatkan Laba Bersih Rp1,89 Triliun, Pendapatan Iklan Digital Melesat 33 Persen

Tim iNews.id
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,89 triliun pada sembilan bulan pertama 2022, meningkat 4 persen dari tahun lalu. (Foto: Dok. MNCN)

"Dari superapp AVOD dan SVOD kami, RCTI+ dan Vision+, tujuh portal online, monetisasi berkelanjutan pada media sosial, dan game & e-sports, kami percaya dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan," ujar Hary dalam keterangannya, Rabu (30/11/2022).

Hary menambahkan, melihat dominasi Perseroan dalam belanja iklan selama periode sembilan bulan pertama 2022, pihaknya yakin sinergi yang dimiliki antara lini bisnis digital dan bisnis FTA semakin kuat dan akan meningkatkan efisiensi serta membuka lebih banyak kesempatan untuk jangka panjang. 

"Selain itu, kami juga sangat senang dengan peluncuran game baru kami "Fight of Legends" dan yakin game ini akan berhasil dengan baik di pasar global," ucap Hary.

Kemudian, kinerja konten dan IP Perseroan terus menunjukkan pertumbuhan yang substansial dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,38 triliun, naik 27 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, dengan menjadi produsen konten dengan pangsa pasar terbesar di dalam negeri, maka peningkatan pada produksi akan semakin memperkaya pustaka konten MNCN, dan membuka lebih banyak peluang untuk monetisasi seiring dengan bertambahnya permintaan dari pemain online, media sosial dan dari bisnis IP.

Seiring dengan aksi konsolidasi Vision+ kedalam anak perusahaan Perseroan, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) pada awal 2022, SVOD platform superapp ini terus menghasilkan hasil yang memuaskan, dengan pendapatan sebesar Rp154 miliar pada kuartal III 2022, mewakili peningkatan quartal on quartal (QoQ) sebesar 10,8 persen.

MNCN mencatatkan laba kotor pada sembilan bulan pertama 2022 sebesar Rp4,13 triliun. Angka ini naik 2 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp4,04 triliun. EBITDA Perseroan tercatat Rp3,07 triliun, naik 4 persen dibandingkan sebelumnya, mewakili margin EBITDA sebesar 42 persen. 

Sementara, beban langsung Perseroan meningkat 4 persen YoY menjadi Rp2,92 triliun yang disebabkan oleh peningkatan produksi konten orisinil untuk Vision+. Namun, konten-konten tersebut diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan di masa mendatang, karena akan ditayangkan kembali di berbagai platform yang mencakup saluran FTA Perseroan, platform OTT, dan juga media sosial.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Predator - PBC Indonesian International Open 2026 Jadi Ajang Pembelajaran Atlet Biliar Indonesia

57 tahun lalu

Predator - PBC Indonesian International Open 2026 Siap Digelar, 126 Atlet dari 20 Negara Meriahkan Jakarta

57 tahun lalu

Hary Tanoesoedibjo Minta Menpora Turun Tangan, Rumah Biliar Harus Kantongi Rekomendasi POBSI!

57 tahun lalu

Hary Tanoesoedibjo Ungkap Misi Besar Predator - PBC Indonesian International Open 2026 untuk Biliar Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal