"Kalau kita ngandelin gaji ya, kayaknya enggak cukup. Buat beli susu aja susah. Akhirnya kita berpikir, kita harus cari tambahan lagi," ujar Lukman.
Keadaan itu mendorongnya menghidupkan kembali bakat seni yang sempat lama ditinggalkan. Berawal dari membuat dekorasi untuk kegiatan warga dan perayaan 17 Agustus, kreativitasnya terus berkembang hingga berhasil menciptakan miniatur ondel-ondel berbahan botol plastik bekas pada 2013.
Saat ini, usaha tersebut dikelola bersama sang istri. Hasil produksinya dipasarkan dengan sistem titip jual (konsinyasi) di sejumlah toko mainan di kawasan Pondok Labu, Pondok Petir, hingga Kebayoran Lama.
"Variatif (jumlah ondel-ondel yang dititipkan di toko). Ada yang sepuluh, ada yang lima puluh, ada yang tiga puluh. Tinggal tergantung penjualannya aja," katanya.
Dia mengatakan, jumlah pesanan sempat melonjak saat momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta. Lukman mengaku mampu menghabiskan ratusan botol plastik bekas untuk diolah menjadi miniatur ondel-ondel.