Dalam pelatihan itu, Lukman tidak membatasi kreativitas para peserta. Dia membebaskan mereka mengembangkan bentuk ondel-ondel sesuai imajinasi masing-masing.
"Saya kasih kebebasan juga. Jadi bentuknya bukannya ondel-ondel aja. Silakan kalau mau punya imajinasi yang lain, misalnya ondel-ondel wisuda, ondel-ondel adat Jawa, ondel-ondel pakaian Muslim," katanya.
Selain mengajar kerajinan, Lukman juga mendirikan Yayasan Karya Seni Betawi yang mewadahi berbagai sanggar seni. Melalui yayasan tersebut, dia mengembangkan beragam kesenian Betawi mulai dari palang pintu, lenong, gambang kromong, hingga pembuatan ondel-ondel.
"Jadi rezeki kan Allah yang ngatur, yang penting kita punya misi yang sama untuk mengangkat budaya, memperkenalkan budaya," ujarnya.
Usaha miniatur ondel-ondel yang kini dikenal luas ternyata lahir dari upaya Lukman mencari tambahan penghasilan. Saat masih bekerja sebagai petugas keamanan, penghasilannya dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga yang terus bertambah, terutama setelah anak keduanya lahir pada 2004.