Menteri PUPR Sebut Indonesia Butuh 50 Bendungan Baru Setiap 5 Tahun, Ini Alasannya

Michelle Natalia
Bendungan Kuwil Kawangkoan yang dibangun untuk mengatasi banjir di Kota Manado. (Foto: dok Kementerian PUPR)

TANGERANG, iNews.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan Indonesia membutuhkan 50 bendungan baru setiap 5 tahun. Hal itu, untuk mengatasi banjir dan kekeringan seiring  cuaca ekstrem dan perubahan iklim

Pernyataan itu, disampaikan Basuki dalam Seminar Nasional Bendungan Besar 2023 di Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Jumat (8/12/2023). Seminar itu, diselenggarakan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama Komite Nasional untuk Bendungan Besar (KNI-BB).

Menurut Basuki, dalam 10 tahun terakhir, pemerintah telah membangun 61 bendungan. Namun ke depan, bendungan baru begitu juga embung perlu ditambah karena menjadi satu-satunya pilihan untuk mengatasi banjir dan kekeringan. 

"Saya harap ke depan pembangunan bendungan bisa terus dilanjutkan dengan membangun 50 bendungan baru setiap 50 tahun," kata Basuki. 

Dia menjelaskan, Indonesia membutuhkan banyak bendungan dan embung sebagai tempat penampungan air untuk menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang ancamannya kian nyata. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Pramono Pastikan Tangani Jalan Berlubang: Tak Bisa Nunggu Hujan Berhenti

Megapolitan
2 hari lalu

Curah Hujan Masih Tinggi, Pramono Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta

Megapolitan
3 hari lalu

Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta, Marahi Diri Sendiri

Megapolitan
7 hari lalu

Jalan DI Pandjaitan Jaktim Banjir, Sejumlah Motor Mogok gegara Terobos Genangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal